Galeri

Pematauan Kualitas AIR DAS Cibanten

Sungai merupakan jaringan alur-alur pada permukaan bumi yang terbentuk secara alami, mulai dari bentuk kecil di bagian hulu sampai besar di bagian hilir. Sungai berfungsi menampung curah hujan dan mengalirkannya ke laut. Berdasarkan fungsinya untuk mengalirkan air, sungai disebut pula sebagai drainase alam. Untuk dapat menggambarkan secara lebih luas, daerah darimana sungai memperoleh air yang merupakan tangkapan hujan, sungai disebut dengan Daerah Aliran Sungai (DAS).
Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk berikut dan kebutuhannya menyebabkan peningkatan kuantitas produksi. Untuk dapat memenuhi peningkatan kuantitas produksi, maka otomatis kebutuhan penggunaan sumber daya alam juga akan meningkat, yang pada akhirnya menimbulkan beban pada lingkungan hidup seperti turunnya daya dukung lingkungan. Sebagai contohnya turunnya daya dukung sungai dimana badan air ini sering digunakan sebagai media akhir pembuangan limbah dari segala kegiatan manusia. Dengan semakin bertambahnya jumlah kegiatan atau industri kecil serta berkembangnya hasil produksi di beberapa kegiatan atau industri di Provinsi Sulawesi Selatan tentunya akan beresiko terhadap turunnya daya dukung sungai.
Sungai memiliki sifat dinamis, maka dalam pemanfaatan potensinya dapat mengurangi nilai manfaat sungai dan membahayakan lingkungan secara luas. Bencana luapan banjir yang diakibatkan penyempitan palung sungai karena adanya intervensi Permukiman liar, pembuangan sampah dan penumpukan sedimen. Pencemaran akibat pembuangan limbah cair domestik, industri, dan pertanian menyebabkan turunnya daya dukung lingkungan. Salah satu upaya pengelolaan kualitas air yang penting dilakukan adalah pelaksanaan pemantauan kualitas air. 
Urgensi pemantauan kualitas air adalah memberikan informasi faktual tentang kondisi (status) kualitas air masa sekarang, kecenderungan masa lalu dan prediksi perubahan lingkungan masa depan. Informasi dasar yang dihasilkan dari kegiatan pemantauan dapat dijadikan acuan untuk menyusun perencanaan, evaluasi, pengendalian dan pengawasan lingkungan, rencana tata ruang, ijin lokasi untuk usaha atau kegiatan, serta penentuan baku mutu air dan air limbah. Pengukuran terhadap beberapa parameter mutu air dan menetapkan status mutu air untuk semua klasifikasi berdasarkan baku mutu air yang ditetapkan. Adapun penentuan parameter penting yang diukur tergantung dari jenis dan jumlah sumber pencemar yang ada di daerah sekitar sungai. Pada umumnya parameter uji untuk mengetahui kualitas air sungai atau danau adalah Fisika (Suhu air, TSS, TDS, DHL), Kimia Organik (pH, DO, BOD, COD, Klorida, Posfat Nitrat, Nitrit, Amonia, Minyak Lemak), Logam (Seng, Besi, Mangan, Timbal). Mikrobiologi (Fecal Coli dan Total Coli).  
Pada tahun ini Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Sulawesi Selatan telah melakukan pemantauan kualitas air terhadap 15 sungai yang melintasi Kabupaten/Kota dan 2 danau yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan, sesuai dengan tanggung jawab dan kewenangan yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas dan Pengendalian Pencemaran Air. Data hasil pemantauan dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan, penyusunan kebijakan ataupun pengambilan keputusan perbaikan kualitas air pada badan air sungai, danau dan laut.